Mahasiswa Teknik Industri UP45 Mengikutik Kegiatan Lomba Desain Alat Nasional di Universitas Andalas, Padang
Mahasiswa Teknik Industri UP45 Unjuk Gigi di Lomba Desain Alat Nasional
Yogyakarta, 1 Desember 2024 – Sejumlah mahasiswa Teknik Industri Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) berhasil menjadi Finalis Lomba Desain Alat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Andalas, Padang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 29 November hingga 1 Desember 2024, menjadi ajang bagi para peserta untuk mengasah kreativitas dan inovasi dalam merancang alat-alat yang berdampak positif bagi lingkungan.
Judul dari Lomba ini adalah tentang Inovasi Pengolahan Limbah 3D Print melalui Teknologi Shredder dan Extruder untuk Produk Bernilai Tambah.
Industri manufaktur aditif, khususnya 3D printing, menghasilkan berbagai jenis limbah, baik dari bagian support maupun hasil cetak yang gagal. Limbah ini, jika dibiarkan, menambah beban lingkungan karena umumnya berbahan dasar plastik yang sulit terurai secara alami. Dalam upaya mengatasi masalah ini, kami merancang sebuah alat yang mampu mengolah limbah 3D print menjadi material baru yang berguna. Alat ini terdiri dari dua tahap utama: pertama, limbah dicacah menggunakan mesin shredder untuk mengubahnya menjadi serpihan kecil, memungkinkan proses pengolahan lebih lanjut. Serpihan tersebut kemudian diproses melalui mesin extruder plastik yang melelehkan dan membentuknya kembali menjadi material yang dapat dicetak ulang dengan cetakan khusus untuk menghasilkan produk bernilai tambah, seperti papan komposit, pot tanaman, paving block, blok bangunan modular, furniture outdoor, hingga produk edukatif.
Pendekatan ini mengintegrasikan teknologi shredder dan extruder dalam satu rangkaian proses berkelanjutan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Produk hasil inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah plastik tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dengan aplikasi luas di sektor konstruksi, pertamanan, furnitur, dan pendidikan. Melalui desain alat pengolahan sampah residu 3D print ini, kami berharap dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong praktik daur ulang yang lebih efektif di masa depan.
Dibimbing oleh Bapak Syaiful Mansyur, M.Sc, meskipun belum berhasil meraih juara dalam kompetisi ini, para mahasiswa UP45 mengaku sangat antusias dan mendapatkan banyak pengalaman berharga. “Lomba ini memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar dan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Pengalaman ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan diri dan berprestasi di bidang teknik,” ujar Erno, salah satu peserta dari UP45